Showing posts with label KERAJINAN TANGAN. Show all posts
Showing posts with label KERAJINAN TANGAN. Show all posts

Sunday, 12 December 2010

Anak Desa Sabet Piala Citra



Mata kedua anak desa itu berkaca-kaca saat berada di atas panggung megah Penganugerahan Festival Film Indonesia (FFI) 2010, Senin malam (6/12). Betapa tidak, mereka sepanggung bersama para insan perfilman nasional, menerima Piala Citra sebagai lambang supremasi film nasional.

Darti dan Yasin, sutradara remaja yang masih duduk di bangku kelas IX dan VII SMP 4 Satu Atap Karangmoncol, Purbalingga lewat film “Pigura” produksi Sawah Artha Film berhasil menyabet Penghargaan Khusus kategori Film Pendek FFI 2010.

“Senang, bisa ketemu langsung para pemain film. Membayangkan kelak bisa menyutradarai mereka,” ujar Darti tersenyum usai acara penganugerahan. Tak berbeda dengan Yasin yang juga merasa senang karna bisa berfoto bersama aktor dan aktris untuk ditunjukkan pada teman-teman dan orang-orang di desanya.

Ketua Dewan Juri Film Pendek Agni Ariatama mengatakan alasan memberikan Penghargaan Khusus pada film “Pigura” sebagai apresiasi terhadap semangat, motivasi, dan inisiatif kelompok berbasis komunitas dalam pengembangan kesadaran terhadap bahasa audio-visual ditingkat akar rumput.

“Dengan berbagai keterbatasan, mereka mampu menghadirkan karya yang baik seperti struktur cerita, bahasa film, dan pengorganisasian kepada masyarakat, terutama masyarakat lokal yang sebenarnya dapat menjadi basis pengembangan perfilman nasional ke depan,” tutur dosen sinematografi FFTV-IKJ ini.

Selain “Pigura”, Penghargaan Khusus diberikan kepada film animasi berjudul “Timun Mas” karya Gatya Pratiniyata. Penghargaan Khusus Dewan Juri diberikan sebagai apresiasi dari pencapaian bahasa sinema. Sementara Film Pendek Terbaik disabet film berjudul “Kelas 5000-an” sutradara Jihad Adjie.

Belum Mendapat TempatTampaknya, film pendek masih belum mendapat tempat dengan semestinya di Festival Film Indonesia. Buktinya, saat pembacaan pemenang dan pemberian Piala Citra untuk kategori Film Pendek dan Dokumenter tidak disiarkan secara on air di salah satu stasiun televisi swasta itu.

Bahkan, untuk penyabet Penghargaan Khusus, cuplikan film tidak ditayangkan dan sutradara tidak diberi kesempatan berucap sepatah kata pun di atas panggung. Beruntung, presenter off air Indra Bekti dan Fitri Tropica melihat penting anak-anak desa yang gemar membuat film itu berkata-kata di atas panggung FFI.

Maka, mengalirlah dengan terbata-bata ucapan terima kasih dari Darti dan Yasin kepada orang-orang dan pihak yang selama ini membantu proses kreatif mereka dalam membuat film. Tepuk tangan kekaguman pun membahana di gedung Central Park Jakarta, dimana FFI digelar malam itu.
http://clc-purbalingga.blogspot.com/

Saturday, 23 October 2010

Knalpot Mercedes Ternyata Diproduksi di Purbalingga

Ada kabar gembira bagi Anda pengguna bahan bakar minyak
jenis premium.
Guna menghemat BBM, Anda dapat membeli knalpot yang
diproduksi sebuah perusahaan knalpot tradisional di Desa
Sayangan, Kabupaten Purbalingga,
Jawa Tengah.

Knalpot buatan Muhajirin mampu menghemat BBM sebesar 30
persen.
Padahal, bahan baku utamanya terhitung sederhana, yaitu
plat aluminium dan
plat besi dari drum bekas.

Cara kerja knalpot ini adalah mengubah alur gas buang dari
hasil pembakaran mesin melalui knalpot. Dengan memasang
beberapa komponen yang dirakit pada badan knalpot,
konsumsi bahan bakar menjadi sangat minim.

Sayang, harga knalpot tersebut cukup mahal. Untuk sepeda
motor,
Anda harus mengeluarkan uang antara Rp 400 ribu hingga Rp
500 ribu.
Sedangkan untuk kendaraan roda empat, satu knalpot dijual
seharga satu juta rupiah sampai Rp 2 juta. Ini tergantung
model dan ukurannya.
Meski demikian, knalpot itu telah dipesan para konsumen di
berbagai kota besar di Indonesia. Bahkan, penjualannya
hingga ke mancanegara, seperti Jerman dan Jepang.

knalpotTEMPO Interaktif, Purbalingga: Industri knalpot mobil di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, dipercaya memasok kebutuhan produsen mobil merk Mercedez Benz karena dinilai memiliki kualitas baik ."Siapa sangka knalpot buatan saya digunakan Mercedes Benz," kata Agus Adi Atmaja, perajin knalpot di Desa Patemon, Kecamatan Bojongsari, Purbalingga, Kamis (23/4).
Ia mengatakan, perusahaan mobil mewah asal Jerman tersebut memesan sebanyak 1.000 unit knalpot buatannya. Pemesanan sejak 2004 untuk masa kontrak satu tahun. Setiap unit knalot, kata dia, terdiri dua buah bagian. Harga per uni, sesuai kontrak, Rp 2 juta.
Menurut pria 40 tahun ini, pihak Mercy juga sudah menghubungi lagi dan menyatakan hendak memesan knalpot sebanyak 1.000 unit untuk mobil seri terbarunya. "Kontrak tahun ini mudah-mudahan terealisasi, karena Mercy selalu mengeluarkan seri terbaru setiap lima tahun," ujar Agus.
Agus menambahkan, untuk pesanan mendatang kemungkinan akan ada negosiasi ulang terkait tingkat kesulitan yang dihadapi bengkelnya. Selain melayani pesanan Mercy, Agus mengatakan, knalpot buatannya juga dijual untuk masyarakat umum di berbagai kota Pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi.

Knalpot buatan Agus untuk pasar lokal dijual pada kisaran Rp 35 ribu hingga Rp 250 ribu per unit. "Produksinya rata-rata per bulan 500 buah yang dikerjakan oleh sembilan pegawai selama 26 hari kerja," rinci pemilik perusahaan knalpot bernama Vanvolker Enterprise.
Meski punya merek, Agus mengaku tetap melayani pesanan. Di antara knalpot pesanan adalah merek top seperti AMG dan Remus. Menurut dia, knalpot yang diberi nama merek terkenal hasil desainnya, bukan jiplakan. Pemilik merek, kata dia, mempersilakan nama produknya dipakai.
"Tapi, saya yang rugi karena nama dagang saya jadi tidak dikenal. Apa boleh buat, hal itu demi memenuhi keinginan konsumen meski sebenarnya produsen pemilik merek dagang tidak membuat knalpot yang desainnya saya rancang sendiri," katanya.
ANTARA

Wednesday, 20 October 2010

Budidaya Nilam

tanaman 
nilam

Deskripsi Umum :
  • Usaha: Tanaman Perkebunan
  • Lokasi : Desa Tlahab Lor, Kecamatan Karangreja, Kab. Purbalingga
  • Bentuk Perusahaan : Bebas Perseorangan/CV/PT
Insentif Pemerintah :
  • Perizinan diproses dalam satu paket dan dilayani secara One Service System (OSS)
  • Memfasilitasi proses pembebasan tanah
  • Bantuan Teknis berupa pembinaan dan penyuluhan
Potensi Pasar:
  • Volume ekspor minyak nilam mencapai 700-1.500 ton, dengan nilai devisa 14-30 juta Dolar Amerika
  • Pasar dunia saat ini membutuhkan rata-rata 1.500 ton minyak nilam setahun, dengan kecend erungan yang terus meningkat, sementara produksi yang tersedia belum mempu memenuhinya.
Nilam ( Pogostemon Cablin, Benth ) termasuk tanaman dari family Labiatae. Famili ini memiliki sekitar 200 genus, yang satu diantaranya adalah Pogostemon. Genus ini diperkirakan memiliki sekitar 40 spesies. Nilam dengan kualitas terbaik didunia berada di Indonesia namum tanaman nilam yang ada di Indonesia  berasal dari Filipina yang kemudian menyebar ke Singapura, Indonesia, Madagaskar dan Brasil. Tanaman nilam merupakan tumbuhan daerah tropic dan merupakan tumbuhan semak dengan ketinggian mencapai 1,3 meter. Di alam bebas tanaman ini tumbuh menggeliat-geliat tidak beraturan dan cenderung mengarah ke datangnya sinar matahari, namun tanaman jika tanaman ini dibudidayakan dengan diberi penegak (lanjaran) maka tanaman nilam akan tumbuh keatas.
Budidaya nilam dengan areal seluas 1 (satu) hektar di Desa Tlahab Lor, Kec. Karangreja memerlukan biaya sebesar Rp. 42.628.500,- yang terdiri dari biaya investasi ebesar Rp. 29.300.000,-  dan modal kerja sebesar Rp. 8.828.500,-. Biaya operasional ini tiap tahun akan mengalami peningkatan sebesar 8 persen akibat inflasi. Selanjutnya berdasar analisi di atas maka budidaya nilam di Kabupaten Purbalingga layak untuk dilaksanakan.
 Analisis Keuangan
Asumsi :
  • Luas lahan 14 ubin
  • Inflasi 8% / tahun
  • Suku bunga deposito 14% / tahun
  • Lahan sewa
  • Umur ekonomis 10 tahun

Pabrikasi Gula Tebu

Tebu


Gula Jawa

Deskripsi Umum :
  • Usaha: Industri Makanan
  • Lokasi : Desa Jetis Kec. Kemangkon Kab. Purbalingga
  • Bentuk Perusahaan : Bebas Perseorangan/CV/PT
Insentif Pemerintah:
  • Perizinan diproses dalam satu paket dan dilayani secara One Service System (OSS)
  • Memfasilitasi proses pembebasan tanah
  • Bantuan Teknis berupa pembinaan dan penyuluhan
Potensi Pasar:
  • Kebutuhan untuk konsumsi langsung penduduk Purbalingga sebesar 7.515.216 Kg. Pada tahun 2020 kebutuhan untuk konsumsi penduduk Purbalingga sebanyak 8.429.84 Kg / Rp. 55.176.785.000,-.
  • Kebutuhan tidak langsung penduduk Purbalingga juga besar, tahun 2004 kebutuhan gula pasir tidak langsung sebanyak 2.615.520 kg / Rp. 17.121.194.000,-
  • Ditambah kebutuhan wilayah Barlingmascakeb yang tentu lebih besar dari Kabupaten Purbalingga
Pabrik Gula Mini (PGM) direncanakan didirikan di Desa Jetis Kecamatan Kermangkon Kabupaten Purbalingga. Lokasi tersebut telah memperhatikan Rencana Umum tata Ruang (RUTR) Kabupaten Purbalingga, diketahui di desa tersebut juga terdapat pabrik obat nyamuk. Untuk mencapai lokasi PGM sangat mudah karena letaknya tidak jauh dari jalan raya menuju Kantor Kecamatan Kemangkon. Aksesibilitas dari desa-desa sekitar lokasi menuju PGM juga mudah dikarenakan dapat melewati jalan beraspal. Prasarana lain khususnya listrik juga mudah didapatkan karena lokasi pabrik sepatu dilewati saluran listrik dan air juga mudah diperoleh atau air tanahnya dangkal, dikarenakan lokasi PGM dekat dengan lahan sawah penduduk.
Analisis Keuangan  :
Asumsi:
  • Investasi awal Rp. 10.100.000.000,-
  • Inflasi 8 %/tahun
  • Suku bunga deposito 14%/tahun
  • Lahan beli
  • Umur ekonomis 10 tahun
 http://www.kpm-purbalingga.com/?q=node/39